Senin, 15 Oktober 2012

Keterangan Data Antropometri

       1. Data Antropometri Tubuh
       Keterangan dimensi pada data antropometri tubuh:
D1            : Tinggi tubuh posisi berdiri tegak
D2            : Tinggi mata
D3            : Tinggi bahu
D4            : Tinggi siku
D5            : Tinggi genggaman tanggan (knukle) pada posisi relaks ke bawah
D6            : Tinggi badan posisi duduk
D7            : Tinggi mata pada posisi duduk
D8            : Tinggi bahu pada posisi duduk
D9            : Tinggi siku pada posisi duduk
D10          : Tebal paha
D11          : Jarak dari pantat ke lutut
D12          : Jarak dari lipat lutut ( popliteal ) ke pantat
D13          : Tinggi lutut
D14          : Tinggi lipat lutut ( popliteal )
D15          : Lebar bahu
D16          : Lebar panggul
D17          : Tebal dada
D18          : Tebal perut ( abdominal )
D19          : Jarak dari siku ke ujung jari
D20          : Lebar kepala
D21          : Panjang tangan
D22          : Lebar tangan
D23          : Jarak bentang dari ujung jari tangan kanan ke kiri
D24          : Tinggi pegangan tanganpada posisi tangan vertical ke atas dan berdiri tegak
D25          : Tinggi pegangan tangan pada posisi tangan vertical keatas dan duduk
D26          : Jarak genggaman tangan ke punggung pada posisi tangan ke depan (horizontal)
  2. Data Antropometri Tangan
Keterangan dimensi pada data antropometri tangan:
D1          : Panjang tangan
D2          : Panjang Telapak Tangan
D3          : Panjang Ibu Jari
D4          : Panjang Jari Telunjuk
D5          : Panjang Jari Tengah
D6          : Panjang Jari Manis
D7          : Panjang Jari Kelingking
D8          : Lebar Ibu Jari (IPJ)
D9          : Tebal Ibu jari (IPJ)
D10        : Lebar Jari Telunjuk (PIPJ)
D11        : Tebal Jari Telunjuk (PIPJ)
D12        : Lebar Telapak Tangan (Metacarpal)
D13        : Lebar Telapak Tangan (Sampai Ibu Jari)
D14        : Tebal Telapak Tangan (Metacarpal)
D15        : Tebal Telapak Tangan (Sampai Ibu Jari)
D16        : Diameter Genggam (Maksimum)
D17        : Lebar Maksimum (Ibu Jari ke Jari kelingking)
D18        : Lebar Fungsional Maksimum (Ibu Jari Ke jari Lain)
D19        : Segi Empat minimum yang dapat dilewati Telapak Tangan
 
3. Data Antropometri Kaki
Keterangan dimensi pada data dntropometri kaki:
D1                        : PanjangTelapak Kaki
D2                        : Panjang Telapak Lengan Kaki
D3                        : Panjang Kaki Sampai Jari Kelingking
D4                        : Lebar Kaki
D5                        : Lebar Tungkai Kaki
D6                        : Tinggi Mata Kaki
D7                        : Tinggi Bagian Tengah Kaki
D8                        : Jarak Horisontal Tangkai Mata kaki

        4. Data Antropometri Kepala
     Keterangan dimensi pada data antropometri kepala:
D1                    : Panjang Kepala
D2                    : Lebar Kepala
D3                    : Diameter Maksimum dari Dagu
D4                    : Dagu ke Puncak Kepala
D5                    : Telinga ke Puncak Kepala
D6                    : Telinga ke Belakang kepala
D7                    : Antara Dua Telinga
D8                    : Mata ke Puncak Kepala
D9                    : Mata ke Belakang kepala
D10                  : Antara Dua Pupil Mata
D11                  : Hidung ke Puncak kepala
D12                  : Hidung ke Belakang Kepala
D13                  : Mulut ke Puncak Kepala
            D14                  : Lebar Mulut

Kamis, 27 September 2012

Ayo Buat Robot Line Tracer Analog


ROBOT LINE TRACER ANALOG

Robot ini merupakan salah satu bentuk robot beroda yang memiliki komponen utama diantaranya, seperti resistor, dioda, transistor, Led yang dirangkai untuk menghasilkan jenis kendaraan yang berjalan secara otomatis dengan kecepatan tertentu mengikuti garis.
            Di dalam rangkaian Line Follower  terdapat 3 bagian utama, yaitu bagian sensor, komparator dan driver. Untuk bagian sensor digunakan photodioda sebagai sensor cahaya, sedangkan komparatornya menggunakan IC LM 324 sebagai pembanding tegangan dan untuk drivernya digunakan 2 buah motor sebagai penggerak rodanya.
            Hasil uji coba rangkaian Line Follower ini menunjukkan performa yang mampu berjalan di beberapa medan, diantaranya medan lurus, belok, naik, dan menurun.

1.  Komponen-komponen Line Follower
Komponen-komponen pada rangkaian Line Follower terdiri dari :
A. Resistor
            Penggunaan resistor dalam rangkaian berfungsi sebagai penghambatarus listrik, memperkecil arus dan membagi arus listrik dalam suatu rangkaian. Satuan yang dipakai untuk menentukan besar kecilnya nilai resistor adalah Ohm atau disingkat dengan Ω (Omega).
Gambar 2.1. Simbol resistor
Gambar 2.2. Garis warna resistor

B. Transistor
Transistor adalah suatu bahan yang dapat merubah bahan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik menjadi bahan penghantar atau setengah menghantar arus listrik. Sifat ini disebut bahan semikonduktor.
Gambar 2.3. Bentuk transistor
 
( PNP )
 
( NPN )
Gambar 2.4. Simbol transistor
Cara kerja transistor :
°  Untuk NPN, jika ada arus yang mengalir dari basis menuju emitor maka akan ada arus yang mengalir dari collector menuju emitor.
°   Untuk PNP, jika ada arus yang mengalir dari emitor menuju basis maka akan ada arus yang mengalir dari emitor menuju collector.
B = Ic / Ib, dimana Ic >> Ib
Dimana,   B : besar penguatan
                 Ic : arus collector
                 Ib : arus basis

C. LED (Light Emiting Diode) dan LED Superbright
            LED biasa berfungsi sebagai lampu indikator pada saat sensor bekerja, dan bekerja pada bias forward. LED Superbright berfungsi sebagai pengirim cahaya ke garis untuk dibaca sensor. Kerjanya ketika sumber tegangan masuk pada battery on, maka arus masuk sehinnga Led superbrigth menyala dengan terang yang kemudian dibiaskan pada photodioda.
Gambar 2.5 Simbol Led
Gambar 2.6 Led dan Superbright

D. Photo Dioda
            Photo dioda berfungsi sebagai sensor cahaya. Cara pemasangannya dengan LED indikator yaitu terbalik. Bekerja pada bias reverse.
Gambar 2.7. Simbol photo dioda
Gambar 2.8. Photo dioda

E. IC (Integrated Circuit)
Komponen IC memilki bentuk fisik kecil, terbuat dari bahan Silikon dan berwarna hitam. Komponen IC memiliki banyak kaki dan pada umumnya jumlah kakinya sangat tergantung dari banyaknya komponen yang membentuk komponen IC tersebut. Letak kaki-kaki disusun dalam bentuk dua baris atau Dual In Line (DIL).
            IC yang digunakan adalah IC LM 324. IC disini digunakan sebagai komparator. Yaitu membandingkan antara tegangan input dari sensor dengan tegangan input dari variable resistor. Pulsa outputnya adalah high sehingga tidak diperlikan adanya pull-up pada rangkaian output.
Gambar 2.9. IC
Gambar 2.10. Op-Amp dalam rangkaian IC

F. Motor Penggerak (Dinamo)
            Motor adalah komponen yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik, dalam kasus perancangan robot, umumnya digunakan motor DC, karena jenis motor tersebut mudah untuk dikendalikan.
            Kecepatan yang dihasilkan oleh motor DC berbanding lurus dengan potensial yang diberikan. Untuk membalik arah putarnya cukup membalik polaritas yang diberikan.

Gambar 2.11. Motor
2. Rangkaian Line Follower
            Dari beberapa komponen diatas, maka dihasilkan sebuah rangkaian Line Follower. Rangkaian Line Follower terdiri dari tiga bagian

utama, yaitu rangkaian sensor, rangkaian komparator (pembanding) dan rangkaian driver.





Gambar 3.1. Rangkaian Line Follower


3. Cara Kerja Line Follower
Cara kerja dari rangkaian-rangkaian tersebut adalah sebagai berikut :
A. Prinsip Kerja Sensor
            Sensor yang digunakan terdiri dari photo dioda. Sensor ini nilai resistansinya akan berkurang bila terkena cahaya dan bekerja pada kondisi riverse bias. Untuk sensor cahayanya digunakan LED Superbright, komponen ini mempunyai cahaya yang sangat terang, sehingga cukup untuk mensuplai cahaya ke photo dioda.
Gambar 3.2. Rangkaian sensor
Cara kerjanya :
Gambar 3.3. Sensor tidak terkena cahaya
            Jika photo dioda tidak terkena cahaya, maka nilai resistansinya akan besar atau dapat kita asumsikan tak hingga. Sehingga arus yang mengalir pada komparator sangat kecil atau dapat diasumsikan dengan logika 0.
Gambar 3.4. Sensor terkena cahaya
            Jika photo dioda terkena cahaya, maka photo dioda akan bersifat sebagai sumber tegangan dan nilai resistansinya akan menjadi kecil, sehingga akan ada arus yang mengalir ke komparator dan berlogika 1.

4. Prinsip Kerja Komparator
            Komparator pada rangaian ini menggunakan IC LM 324 yang didalamnya berisi rangkaian Op Amp digunakan untuk membandingkan input dari sensor. Dimana input akan dibandingkan dari Op Amp IC LM 324 yang output berpulsa high. Sehingga tidak perlu adanya pull up pada outputnya. IC ini dapat bekerja pad range 3 volt sampai 30 volt dan dapat bekerja dengan normal mulai tegangan 6 volt.
            Dalam rangkaian ini juga terdapat 4 LED, yang berfungsi sebagai indikator. Untuk mengatur tagangan pada pembanding, disambungkan Variable Resistor (VR) diantara kedua OP Amp IC LM 324.
Gambar 3.5. Rangkaian  komparator

► Jika tidak ada arus yang mengalir dari rangkaian sensor ke rangkaian ini maka tegangan masukan untuk rangkaian ini adalah 0 Volt, akibatnya pada IC 1 tegangan di terminal (+) > (-), maka LED-A on, sedangkan pada IC 2 sebaliknya LED-B off.
►  Jika ada arus yang mengalir dari rangkaian sensor ke rangkaian ini maka tegangan masukan untuk rangkaian ini mendekati Vcc, akibatnya pada IC 2 tegangan di terminal (+) < (-), maka LED-B on, sedangkan pada IC 1 sebaliknya maka LED-A off.
Kondisi antara titik A dan b akan selalu keterbalikan.

5. Prinsip Kerja Driver Motor
            Driver adalah rangkaian yang tersusun dari transistor yang digunakan untuk menggerakkan motor DC. Dimana komponen utamanya adalah transistor yang dipasang sesuai karakteristiknya.
Gambar 3.6. Rangkaian driver
Pada saat input A berlogika 1, maka ada arus yang mengalir pada rangkaian, akibatnya transistor 1 dan 4 on karena basis terbias, sehingga motor berputar. Sehingga saat input A berlogika 1 maka input B akan berlogika 0, jadi transistor 2 dan 3 akan off.
Pada saat input B berlogika 1, maka ada arus yang mengalir pada rangkaian, akibatnya transistor 2 dan 3 on karena basis terbias, sehingga motor berputar tapi dengan arah yang berlawanan.

IV.4. Uji Coba Line Follower
            Hasil uji coba Line Follower ini menunjukkan mampu berjalan di beberapa medan, dintaranya medan lurus, belok, naik, dan menurun.

► Hasil : 3 detik         jarak =100 cm
Gambar 3.7. Medan lurus

► Hasil : 4 detik         jarak =100 cm
Gambar 3.8. Medan naik

► Hasil : 2 detik         jarak =100 cm
Gambar 3.9. Medan turun

► Hasil : 5 detik         jarak =100 cm
Gambar 3.10. Medan belok

► Hasil : 15 detik       jarak =275 cm
Gambar 3.11. Medan kombinasi

6.Komponen Yang Dibutuhkan
            Dalam pembuatan rangkaian Line Follower ini dibutuhkan beberapa komponen-komponen elektronika, yaitu sebagai berikut :

Komponen
Jumlah (buah)
1.   IC  LM 324
2.   Resistor  33 KΩ
3.   Resistor  10 KΩ
4.   Resistor  560 Ω
5.   Transistor (TR)  9013
6.  Variable Resistor (VR)
7.   LED Indikator
8.   LED Superbright
9.   Photodioda
10.  Motor   3 Volt
11.  PCB Metrik
12.  Baterai
13.  Saklar Togle
1
2
4
10
8
2
4
2
2
2
1
1
1


DAFTAR PUSTAKA
1.  Dedy Rusmadi, Aneka Rangkaian Elektronika Alarm dan Bel Listrik, Pioner Jaya, Bandung, 2005.
2.   Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Pelatihan Line Tracer, ITS, 2006.